tidak perlu ditanya lagi, bahkan kamu akan selalu tahu kemana aku akan kembali.
jadi, pulanglah, aku akan menunggu di ruang yang sama. tidak ada yang melarang,
toh pada akhirnya semua akan kembali seperti semula meski kamu datang dengan
cara yang berbeda. jelas, sesal itu yang menuntunmu. Tuhan kan Maha Baik, kamu
tahu itu. Jadi, bagaimana aku bisa terus menderamu dengan menghakimi dan tidak
memberimu ruang penjelasan juga penyesalan. tidak perlu kamu ucapkan apa kata
di baliknya. yang perlu kamu lakukan hanyalah berjanji bahwa kamu tidak akan
pernah mengulangi luput yang sama. bahwa kamu tidak akan menapaki jalanan
terjal itu hingga kamu terjerembab di lubang yang sama. sampai akhirnya, apa
yang tidak seharusnya, menjadi benar setelahnya. Jadi, pulang ya? Seperti yang
aku bilang tadi, aku masih menunggu. Setuju?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar