Sabtu, 06 Juli 2013

Ruang Sesal



tidak perlu ditanya lagi, bahkan kamu akan selalu tahu kemana aku akan kembali. jadi, pulanglah, aku akan menunggu di ruang yang sama. tidak ada yang melarang, toh pada akhirnya semua akan kembali seperti semula meski kamu datang dengan cara yang berbeda. jelas, sesal itu yang menuntunmu. Tuhan kan Maha Baik, kamu tahu itu. Jadi, bagaimana aku bisa terus menderamu dengan menghakimi dan tidak memberimu ruang penjelasan juga penyesalan. tidak perlu kamu ucapkan apa kata di baliknya. yang perlu kamu lakukan hanyalah berjanji bahwa kamu tidak akan pernah mengulangi luput yang sama. bahwa kamu tidak akan menapaki jalanan terjal itu hingga kamu terjerembab di lubang yang sama. sampai akhirnya, apa yang tidak seharusnya, menjadi benar setelahnya. Jadi, pulang ya? Seperti yang aku bilang tadi, aku masih menunggu. Setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar