umumnya, ruang yang luas menjadikan orang di dalamnya terasa lebih
leluasa: membuatnya bisa melakukan apapun, melakukan dengan siapapun,
melakukan kapanpun. namun, terkadang justru sebaliknya, ruang yang luas
itu menjadikan mereka tidak sanggup menahan kesepian saat sendirian,
menahan jengah yang terasa untuk tetap bertahan, atau sekadar menahan
malas saat ingin bergerak ke arah yang berlawanan. terkadang ruang
sempit dengan banyak orang berjubal justru menjadi lebih mampu
meneteskan air mata bahagia. dari ruang sempit itu kita bisa mengerti
arti kebersamaan, seperti ketika harus berbagi tempat untuk bermimpi
selama semalam. ruang yang sempit menjadikan hawa dingin meleleh menjadi
hangat, bahkan yang belum pernah dimiliki sebelumnya. ruang yang sempit
mengubah yang awalnya tertutup menjadi terbuka, mengubah kebisuan
menjadi tawa lebar. ruang sempit yang menjadikan kerinduan itu harus
hadir lagi saat perlahan kehampaan harus menggantikannya. tidak masalah
asalkan tidak selamanya, bahwa kebersamaan yang berjubal itu akan
kembali mengisi ruang yang sama. bukan ruang yang luas, cukup ruang yang
sanggup menampung kami semua: satu persaudaraan beda keturunan yang
selalu punya alasan untuk kembali bertemu untuk kemudian berbagi.
tetaplah menjadi yang sama ketika pertemuan itu kembali ada dan jangan
pernah perduli ketika orang bertanya: sudah berapa lama karena akan
selalu ada waktu untuk menunggu meski harus berpisah untuk sementara.
_untuk Dzalilers tercinta, miss you :*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar