karena hidup itu indah, maka keindahan itu akan lebih indah jika dirangkaikan dengan keindahan lain dari dunia lain: dunia di atas kertas. selamat membaca :)
Jumat, 26 Oktober 2012
Renungan Hujan
ini bukan tentang bagaimana menanggapi rintik gerimis yang mendeeras yang kemudian membasahi kemeja atau pun sepatumu. ini hanya tentang bagaimana memaknai hujan sebagai awal dari langkah yang kau pilih, memaknai tiap helai kucuran yang jatuh hingga beriak itu bekeliling di antara jemari kakimu. mungkin kau memang pernah terjatuh, hingga lututmu berdarah karenanya. atau mungkin kau tengah menderita karena cinta hingga seutas tali itu menjadi semacam surga terakhir yang akan kau datangi.
kali ini, biar saja hujan itu datang menyapamu, membasuh mukamu, membasuh hatimu; untuk kemudian menghilangkan peluh juga keluh di ujung harimu. biarkan ia mengalir semau derasnya, semau rintiknya. kemudian kau akan paham, betapa ia hadir membawa kehidupan. mengembalikan ranting pada batang yang ditinggalkannya. menumbuhkan rerumputan yang seakan tak ingin lagi hidup di detik selanjutnya. membangunkan lagi asa yang mungkin mati karena kering yang mendera.
biarkan hujan yang menyapanya, biarkan hujan yang menyingkirkan air matamu dan menggantinya dengan senyum secerah mentari setelah ia reda. pada akhirnya, setiap doa toh terkabul atau tergantikan dengan yang lebih baik. Tuhan selalu ada untukmu, bukan? satu hal yang perlu kau tahu, kau tidak sendiri. bahkan tiap orang di luar sana mungkin memiliki lara yang lebih mencekik dibanding yang kau punya.
untuk kali ini, diam sajalah di balik jendela besar dengan titiktitik air itu. nikmati sejenak aroma tanah yang kemudian kau temui. lalu bernafaslah layaknya kau manusia satu-satunya di dunia yang diberi kebebasan menghirup udara sebanyak yang kau mau. tersenyumlah layaknya kau manusia paling bahagia di bumi tanpa perih dan luka. ketika kemudian hujan itu melambat menjadi rintik gerimis kembali untuk kemudian pergi, akan kau lihat sisa-sisa air di depan beranda rumahmu. rasakan udara yang kau temukan: menyejukkan, menenangkan. tidak ada lagi debu, tidak ada lagi kelabu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar