Kamis, 26 Juli 2012

Hujan Terakhir

Gadis itu masih terseok dengan langkahnya ketika pada akhirnya ia menemukan tempat berteduh. Kakinya tidak lagi sanggup berlari. Badaanya pun basah dan ia tidak perduli. Sejak sejam yang lalu, hujan dengan bebas jatuh di atasnya. Katanya ia ingin menikmati tiap tetes hujan yang menimpanya. Hujan terakhir. Esok hari, hujan itu tidak lagi ditemuinya. Perlu banyak keberanian untuk menyadari bahwa musim penghujan telah berlalu. Dan yang ia butuhkan saat ini adalah memandangnya: tetes-tetes yang berjatuhan dan menyisakan beriak di antara kaikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar