ini cerita panjang pertama saya yang saya buat. Sekitar tahun 2008 saya pernah menjadikannya sebagai sebuah cerita pendek bergenre remaja berjumlah halaman 30. waktu itu, saya berencana menerbitkannya sebagai novel, tapi tanpa dinyana sebuah novel harus berjumlah minimal 100 halaman untuk bisa diterbitkan. Alhasil, mulailah saya mandek untuk meneruskannya. membiarkannya teronggok begitu saja di antara dokumen-domumen cerpen lainnya. membiarkannya mati tanpa akhir cerita.
baru pada awal tahun ini, tanpa senagaj saya membuka lagi 'tumpukan' cerpen di file komputer saya. dan saya temukan lagi cerpen usang yang pernah saya buat mati. Tanpa saya sadari, saya kembali tertarik. Yaaah, gak jelek-jelek amat. mualilah saya teruskan, saya ubah dari segi sudut pandang, latar cerita, sampai pada akhirnya saya tambahkan dan kurangi tokoh di dalamnya. Hingga semuanya berjalan, judul sementara yang sama ambil adalah Last Faith. saya tidak tahu mengapa judul itu tampak sangat menarik di mata saya. saya juga tidak tahu apakah secara grammar judul itu benar atau justru menimbulkan tanda tanya baru mengenai isinya. yang jelas, Last Faith terasa sudah mendarah daging dalam memori saya. Alurnya, setingnya, tokoh-tokohnya, sampai karakter yang dibangun di dalamnya, serta amanat yang saya selipkan, semuanya.
Inti dari cerita ini adalah persahabatan dan rahasia. entah nyambung atau tidak dengan judulnya tapi semuanya mengacu pada kepercayaan. kepercayaan sahabat dengan sahabat yang lainnya. juga kepercayaan untuk tetap menyimpan rahasia yang tidak bisa dibagi ke banyak orang. di dalamnya juga saya selipkan sejumalh komedi meski tidak lucu, namun setidaknya membuat pembaca tersenyum, saya sudah senang. saya selipkan juga sedikit adegan aksi yang merupakan genre favorit saya, meski tidak seperti aksi Bruce Willis atau yang lainnya. satu hal yang saya tekan kan di dalamnya adalah 'ketidakketerdugaan' *opoooo meneh kuwi, alias unpredictable. saya ingin cerita saya bukan cerita biasa, saya ingin ceirta saya dibaca karena memang pembaca ingin tahu isi yang dia baca. saya ingin pembaca memang menyelesaikan bacaannya bukan karena terburu agar selesai dan pergi dari rasa muak atas cerita yang saya buat, tetapi karena memang cerita itu membuatnya kecanduan *lagu kaleee. ini memang seperti obsesi ketinggian, tetapi saya hanya berusaha bahwa Last Faith bisa membuat saya dapat mulai berpijak di batu yang lebih tinggi untuk meraih buah yang lebih manis *beraaat.
Doakan cepat selesai yaaa. ini tuntutan tugas kuliah benar-benar membuat waktu saya terkuras, heheheh. Keep fight!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar