saya pernah membaca satu kalimat dari Boy Band favorit saya, Tohoshinki. kalimat yang benar-benar membuat saya sadar bahwa untuk memperoleh hal terbaik yang kita inginkan maka tidak ada hal ringan di dalamnya. kalimat itu muncul ketika leader dari boy band itu ditanya, mengapa mereka selalu bisa mempersembahkan performance yang terbaik tiap kali tampil. ia menjawab bahwa mereka lakukan semuanya seperti orang gila. makan seperti orang. latihan seperti orang gila. maka kalian akan mendapatkan yang terbaik dari semua yang kalian inginkan. begitulah kurang lebih yang ia katakan.
saya mulai menyadari perkataan itu begitu berarti ketika saya juga pernah ditanya, bagaimana saya bisa memperoleh apa yang saya inginkan? mengapa saya bisa mencapai nilai yang tidak pernah saya kira sebelumnya? jawabannya sama. saya belajar seperti orang gila. saya makan seperti orang gila. saya bekerja seperti orang gila. saya rela tidur 4 jam sehari. saya rela kantung mata saya semakin hitam.
satu alasan yang tersu ada dalam otak saya adalah bahwa kedua orang tua saya melakkan hal yang sama. mereka makan seperti orang gila, mereka berkerja seperti orang gila. mereka melakukan apapun asal bisa menghasilkan setumpuk uang sebagai biaya saya sekolah sampai perguruan tinggi. bahkan tidak cukup tingkat sarjana, tetapi sampai magister. mereka ingin anaknya kelak menjadi orang berhasil, jauh lebih berhasil dibandingkan mereka, meskipun anaknya adalah perempuan.
saya melakukan semuanya dengan gila karena orang tua saya telah melakukan hal yang jauh lebih gila. saya hanya ingin kelakuan gila mereka bernilai karena saya pun melakukan hal yang sama. kami sama-sama berjuang. mereka berjuang mendapatkan uang sebanyak mungin untuk sekolah saya, sedangkan saya berjuang agar uang yang banyak itu tidak sia-sia begitu saja melewati tiap mesin atm untuk tetap membiarkan saya tetap berstatus mahasiswa di salah satu universitas ternama di Indonesia. untuk tetap membairkan saya bisa memiliki unag saku yang sama, komputer yang sama, juga pakaian yang sama. mereka hanya ingin saya bahagia. saya pun ingin mereka bahagia meski hanya sekadar deretan nilai yang baru bisa saya persembahkan. mereka berhak, sangat berhak mendapatkan timbal balik dari apa yang mereka lakukan.
satu kalimat yang sering membuat saya menangis adalah bahwa ibu pernah bilang, keringat yang ia keluarkan tidak berarti jika tidak bisa membuat anak-anaknya tersenyum.
bagaimana dengan Anda, apa Anda juga melakukan hal yang sama? merasakan hal yang sama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar